JAKARTA, TELISIK.ID - Tekanan psikologis yang terus meningkat pada aktivitas harian dapat memengaruhi sistem tubuh dan memicu munculnya impotensi pada pria, termasuk gangguan kemampuan mempertahankan ereksi.

Stres menjadi salah satu faktor yang banyak dikaitkan dengan gangguan fungsi seksual pada pria, termasuk impotensi atau disfungsi ereksi. Kondisi ini muncul ketika mekanisme tubuh yang bertanggung jawab pada terjadinya ereksi mengalami gangguan, baik akibat faktor fisik maupun psikologis.

Informasi medis menunjukkan bahwa stres berkontribusi besar terhadap munculnya masalah tersebut, bahkan pada pria berusia muda yang secara fisik berada dalam kondisi baik.

Melalui penjelasan medis yang dirilis sejumlah publikasi kesehatan, disfungsi ereksi bukan hanya terkait penuaan. Pria muda dengan tingkat stres tinggi juga dapat mengalami kesulitan dalam mempertahankan ereksi.

Dalam prosesnya, stres mengganggu sistem sinyal antara otak dan tubuh, terutama aliran darah menuju penis yang menjadi komponen utama terjadinya ereksi. Kondisi ini membuat tubuh gagal merespons rangsangan secara optimal.