Pihak DPMD khususnya Bidang BUMDes, kata Nasir, juga tidak pernah mencampuri program kegiatan tersebut. Hanya saat kegiatan Bidang BUMDes diundang untuk membawakan materi dengan biaya akomodasi ditanggung oleh pihak penyelenggara.
“Saat pembukaan Pj Bupati Kolaka Utara, Sukanto Toding, tidak hadir sehingga saya ditunjuk untuk membuka acara tersebut. Sebelum berangkat saya sudah komunikasi dengan Kadis (DPMD,” ujarnya.
Nasir mengaku tidak mengetahui secara pasti jumlah desa yang ikut dalam pelatihan, termasuk nominal biaya akomodasi yang dibebankan ke peserta.
“Kalau tidak salah lebih dari 40 desa yang ikut dalam kegiatan itu. Biaya akomodasi kami juga tidak tahu. Mungkin bisa hubungi saja ketua Indonesia Bermutu, tapi yang muncul di grup itu sekitar Rp 15 juta untuk dua orang per desa,” beber Nasir. (C)
Penulis : Muh. Risal H
