KENDARI, TELISIK.ID - Asam deoksiribonukleat atau yang lebih dikenal dengan singkatan DNA, adalah salah satu jenis asam nukleat yang memiliki kemampuan pewarisan sifat. Ini pula yang sering dijadikan acuan dalam mengidentifikasi informasi genetik makhluk hidup.
Pada dasarnya, tiap anak memiliki tinggi badan yang berbeda-beda, namun sebuah penelitian terbaru menemukan susunan genetik berpengaruh besar.
Baru-baru ini seorang peneliti Universitas Queensland, Dr Loic Yengo dan dan Profesor Peter Visscher telah menemukan cara lebih akurat memprediksi seberapa tinggi seorang anak akan tumbuh.
Dikutip dari laman Inqld.com.au, Dr Loic Yengo dan Profesor Peter Visscher dari Institut Biosains Molekuler Universitas Queensland telah bekerja dengan 600 peneliti, termasuk dari Universitas Harvard dan Universitas Osaka, dalam salah satu studi luas genom terbesar yang pernah diterbitkan dalam jurnal terkemuka Nature.
Penelitian ini menganalisis data dari 5,4 juta orang di seluruh dunia dan menemukan 12 ribu varian genetik yang mempengaruhi tinggi badan.
