Baca Juga: Marker, Robot Militer Pertama Asal Rusia Dilengkapi Kecerdasan Buatan
"Itu akan memicu penyelidikan medis lebih lanjut dan membantu mengatasi masalah potensial lebih cepat," katanya.
Dr Eirini Marouli, seorang dosen senior di Computational Biology di Queen Mary University of London, mengatakan bahwa studi ini merupakan prestasi besar. Studi mungkin memegang kunci untuk memecahkan banyak tantangan kesehatan global di masa depan.
"Jika kita bisa mendapatkan gambaran yang jelas tentang sifat seperti tinggi badan pada tingkat genomik, medis mungkin memiliki model untuk mendiagnosis dan mengobati kondisi yang dipengaruhi gen seperti penyakit jantung atau skizofrenia," tutupnya. (C)
Penulis: Nur Khumairah Sholeha Hasan
