MANGGARAI, TELISIK.ID - Bupati Manggarai, Herybertus G.L. Nabit mengatakan, isu stunting bukan merupakan masalah baru, sudah menjadi pekerjaan rutin yang dilakukan oleh Pemkab Manggarai sejak beberapa tahun sebelumnya.
Kondisi stunting di Kabupaten Manggarai saat ini, kata dia, sudah menunjukkan tren positif dengan adanya penurunan, berdasarkan pengukuran di bulan Agustus 2021 lalu. Kondisi itu mengalami perbaikan dengan adanya penurunan menjadi 18,9 persen dari data sebelumya yakni pengukuran bulan Februari 2021 sebesar 21,6 persen.
Sedangkan untuk data Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) pada tahun 2021 cenderung meningkat dari kondisi di Tahun 2020. Berdasarkan data Tahun 2021, Angka kematian Ibu (AKI) meningkat lebih dari 100% yakni sebanyak 12 kasus kematian atau 192,92/100.000 KH dan untuk data Angka Kematian Bayi (AKB) meningkat hingga 10% yakni sebanyak 96 kasus kematian atau 15,37/1000 KH.
Sementara berdasarkan Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) yang merupakan survei berskala nasional, bahwa tahun 2021 kasus stunting di Manggarai sebesar 33 persen.
Bupati bilang, itu bukan kabar baik. Tetapi kabar buruk. Kalau mau optimis, angka stunting di Manggarai masih di bawah rata-rata NTT yakni 37 persen. Tapi dalam situasi ini jangan terlalu optimis karena itu juga menandakan kerja sama belum bagus betul.
