"18,9 persen itu merupakan pengukuran riil di lapangan sedangkan 33 persen melalui metode survei," kata Bupati, Kamis (10/3/2022).
Ia menegaskan agar semua pihak tidak menabrakkan 18,9 persen dan 33 persen itu kerena 33 persen hanya sebagai survei. Hal tersebut hanya berguna untuk perencanaan kebijakan secara menyeluruh. Sedangkan 18,9 persen untuk tanggap darurat, setidaknya pemerintah tahu kondisi lapangan.
"Intinya anak kita masih banyak yang stunting. Itu artinya kerja sama kita belum optimal dan belum baik,” tutur bupati terpilih Pilkada 2020 itu.
Ia pun memberikan sejumlah masukan yakni, terkait bonus demografi. Istilah ini harus dijelaskan dengan baik kepada masyarakat karena masih banyak dari masyarakat yang belum paham tentang ini.
"Penting untuk menjelaskan dengan baik, untuk mengatakan bahwa itu pula yang terjadi pada stunting. Menjelaskan dengan baik kepada aparat tingkat bawah. Itu tantangan kita hari ini," katanya.
