Dampaknya akan menyusahkan lingkungan sosialnya, karena anak tidak bisa mandiri dan perlu pendampingan setiap saat dari keluarga dan membuat anak itu sendiri tidak produktif. Sekarang posisi stunting di Konawe cukup besar yakni 26,2 Persen.

"Tugas kita semua menurunkan angka stunting sampai 2024 itu sampai turun diangka 14 Persen. Dari sisi gizi kita di Konawe menurut saya tidak terlalu bermasalah karena kasus kelaparan hampir tidak ada,” ungkap Ferdinand.

Ia berharap tidak hanya camat, tetapi masalah stunting juga sudah melibatkan TNI Polri untuk menangani masalah tersebut.

Baca Juga: Petani Bombana Mulai Ganti Alat Pompa Air BBM ke Bahan Bakar Gas

Karena menurut beberapa pendapat ahli, masalah stunting lebih berbahaya dibanding COVID-19 yang siklusnya ketahuan, namun stunting siklusnya sampai yang bersangkutan meninggal dunia.