KENDARI, TELISIK.ID - Di bawah temaram lampu jalan di poros AH Nasution, Kelurahan Kambu, Kecamatan Kambu, Kota Kendari tampak sepasang suami istri mendorong gerobak kayu tua yang sarat dengan kardus dan barang-barang rongsokan, Jumat (18/7/2025) sekitar pukul 22.55 Wita.
Malam semakin larut, namun langkah mereka tak surut. Arifuddin (63) dan istrinya, warga Kelurahan Rahandouna, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, tiap malam menyusuri jalan demi memenuhi kebutuhan hidup dari limbah yang ditinggalkan orang lain.
“Kalau dari rumah dekat SMA 2, jalan kaki dorong gerobak sampai lampu merah Pasar Baru. Pulangnya lewat jalur lain cari-cari lagi. Kadang di tempat sampah,” tutur Arifuddin, sambil duduk beristrahat di trotoar jalan.
Baca Juga: Nenek Nur Hidayat Si Penjual Sapu Keliling, Kadang hanya Dapat Rp 10 Ribu Sehari
Mereka berangkat selepas maghrib, sekitar pukul 18.00 Wita, dan baru tiba kembali di rumah menjelang pukul 01.00 dini hari. Barang-barang rongsokan yang terkumpul, seperti kardus, plastik, dan logam bekas, mereka simpan dan timbang satu bulan sekali.
