Bantuan pemerintah sempat datang, seperti BLT dan PKH, tapi tidak rutin. Keterbatasan informasi membuat mereka sering ketinggalan, apalagi Arifuddin tidak memiliki telepon genggam. Jika hujan turun, mereka tetap berjalan.
Baca Juga: Korek Barang Bekas ke Tumpukan Sampah, Ibu Rumah Tangga di Kendari Cuan Jutaan Tiap Bulan
“Kalau tidak jalan, utang tambah banyak. Basah ya dijemur,” ujarnya lirih.
Tak ada pilihan lain, selain terus berjalan. Gerobak tua milik Arifuddin bukan hanya alat angkut barang rongsokan, melainkan tumpuan hidup baginya.
Di balik tumpukan kardus dan plastik, terselip ketabahan, cinta, dan pengorbanan Arifuddin bersama istri yang tidak pernah berhenti berjuang untuk keluarganya. (C)
