"Saya sudah berobat di mana-mana. Pernah juga dioperasi pada tahun 2019 namun tidak sembuh," ucap Laode Rauf.

Dulu, Laode Rauf bekerja sebagai buruh bangunan. Namun, setelah kebutaan melanda, ia kehilangan mata pencaharian dan hanya bisa menunggu waktu salat.

"Di masjid, sejak tahun lalu saya dimasukan sebagai salah satu imam, tapi saya sebagai muazin sebenarnya," tuturnya sambil tersenyum.

Untuk menyambung hidup, Laode Rauf mengungkapkan, hanya bisa mengandalkan penghasilan dari menjadi pengurus di Masjid Hamdanu Tayyibah dengan honor Rp 500.000 per bulan.

Ia juga mengaku, sering mendapat bantuan dari pemerintah dan lembaga-lembaga sosial.