Sehingga pihaknya memastikan sumber suara dentuman tersebut tidak berasal dari gempa tektonik.

"Karena jika sebuah aktivitas gempa sampai mengeluarkan bunyi ledakan artinya kedalaman hiposenter gempa tersebut sangat dangkal, dekat permukaan dan jika itu terjadi maka akan tercatat oleh sensor gempa," kata Daryono dalam pernyataannya yang dikutip Tribunnews.com dari akun Twitter Humas BMKG, @infohumasBMKG.

Daryono menerangkan, dentuman akibat gempa biasanya hanya terjadi sekali dan disebabkan oleh gempa yang sangat dangkal.

Hal itu pernah terjadi pada gempa di lereng Gunung Merbabu pada 17 Februari 2014 dan gempa Bantul 2006.

Baca juga: Tercium Ada Oknum Diduga Mainkan Dana Bantuan PKH di Kelurahan Punggaloba