Senandung Duka di Batin Bangsa
Saat itu, hari Sabtu tanggal 17 Februari 1934, sekitar pukul 9.00 pagi, isteri tercintanya yang sedang sakit, dirawatnya dengan cermat, dan saat mengangkat kepala sang isteri dengan lembut untuk membersihkan wajahnya, bersamaan dengan sang isteri menutup mata untuk selama-lamanya.
Dengan wafatnya isteri yang sangat dikasihinya, dalam usia perkawinan yang sudah memasuki 17 tahun, kendati beliau dan sang isteri tidak dikarunia keturunan, namun sebagai bentuk dan wujud kesetiaannya pada sang isteri, dokter Soetomo sejak kematian sang isteri tidak pernah menikah lagi.
Selanjutnya dalam selang waktu empat tahun kemudian, tepatnya pada tanggal 30 Mei 1938 dalam usia yang masih relatif muda yaitu 49 tahun 10 bulan, dokter Soetomo wafat, disebabkan penyakit kanker hati.
Dengan demikian berakhir sudah perjuangan dokter Soetomo untuk mengabdi pada negeri yang sangat dicintainya yang mendapat dukungan sepenuhnya dari sang isteri, kendati sang isteri warga negara Belanda.
