KENDARI, TELISIK.ID - Pemilih pemula memegang peranan yang krusial dalam Pemilu 2024. Bagaimana tidak, mereka masih dipandang sebagai ‘token’ oleh politisi. Meskipun tidak sedikit pemuda yang sudah mulai berani menyuarakan aspirasi mereka lewat media sosial.
Menjelang pemilu, tagar-tagar politik di media sosial selalu menjadi trending topik. Mau tak mau, pemilih pemula minimal mengetahui tentang informasi perpolitikan yang sedang hangat. Tujuannya agar anak muda tidak lagi apatis dan mulai peduli dengan nasib negaranya, dengan mencoba beradaptasi mengulik literasi politik lewat dunia digital.
Akan tetapi, dunia digital itu bisa jadi tidak mudah, terlebih bagi pemilih pemula putus sekolah minim literasi dan minim pendidikan politik. Belajar literasi politik di ranah digital harus benar-benar cerdas dan selektif.
Oleh karena itu, tidak sedikit pemilih pemula putus sekolah tidak bisa menyalurkan suaranya secara independen, layaknya pemilih yang sudah dewasa yang mampu menimbang dengan baik keputusan politiknya.
Dani merupakan salah satu yang termasuk pemilih pemula atau Gen Z. Ia tampak bersemangat saat ditanya mengenai nama masing-masing kandidat presiden dan wakil presiden. Bagaimana tidak, bagi Dani, media sosial menjadi andalannya untuk mendapatkan informasi terkini mengenai pemilihan umum (pemilu) pada 14 Februari. Pada pemilu kali ini ia perdana menyalurkan hak pilihnya.
