Associate Principal Energy Shift Institute Ahmad Zuhdi Dwi Kusuma mengatakan sistem energi nasional masih memiliki ketergantungan terhadap subsidi komoditas fosil.
“Yang jadi masalah adalah, kita melihat sistem subsidi dan kompensasi di Indonesia ini attach-nya bukan ke orang, bukan ke masyarakatnya, tapi attach-nya ke commodities,” jelas Ahmad.
Menurut Ahmad, subsidi yang melekat pada komoditas membuat ruang fiskal lebih mudah terpengaruh oleh perubahan harga energi di pasar internasional.
Ia menyebut sektor kelistrikan dapat menjadi salah satu bagian yang dibenahi karena pemerintah telah memiliki basis data penerima yang lebih tertata dibandingkan sejumlah komoditas energi lainnya.
Subsidi Energi 2026 Diproyeksikan Rp 227,26 Triliun
