JAKARTA, TELISIK.ID - Subsidi listrik yang diusulkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2025 disepakati mencapai angka Rp 90,22 triliun.
Angka ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan dengan target pada tahun 2024 yang bernilai Rp 73,24 triliun. Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa besaran subsidi tersebut sudah termasuk sisa kurang bayar dari tahun 2023 sebesar Rp 2,02 triliun.
“Disepakati mencapai Rp 90,22 triliun, naik dari target 2024 sebesar Rp 73,24 triliun,” kata Bahlil di Jakarta, seperti dilansir dari antaranews.com, Rabu (28/8/2024).
Kenaikan anggaran subsidi listrik ini terutama disebabkan oleh peningkatan jumlah penerima subsidi. Menurut Bahlil, jumlah pelanggan yang akan menerima subsidi listrik pada tahun 2025 diperkirakan mencapai 42,08 juta pelanggan, naik dari 40,89 juta pelanggan pada tahun 2024.
“Jadi naiknya kurang lebih sekitar 1 juta lebih pelanggan. Jadi itu berdampak pada kenaikan,” ujar Bahlil.
