Meskipun ada jaminan subsidi Rp 7 juta, ketidakpastian mengenai kapan subsidi ini benar-benar diterapkan membuat pasar motor listrik terhambat. Penurunan daya beli masyarakat dan ketidakpastian kebijakan menjadi faktor utama yang membuat penjualan motor listrik sepi.

Budi Setyadi, Ketua AISMOLI, mengungkapkan bahwa banyak konsumen yang menunggu kepastian dari pemerintah sebelum melanjutkan pembelian.

"Banyak masyarakat yang berhenti membeli motor listrik karena menunggu kejelasan dari pemerintah soal subsidi," ujar Budi.

Sementara itu, stok motor listrik 2024 terus menumpuk di gudang-gudang produsen. Data menunjukkan bahwa penjualan motor listrik di Indonesia pada 2024 mencapai lebih dari 62 ribu unit, meningkat lebih dari 50 persen dibandingkan dengan 2023.

Namun, hampir 90?ri pembelian tersebut terjadi karena adanya subsidi pemerintah. Dengan habisnya subsidi pada tahun 2024, pasar kendaraan listrik kini mengalami kelesuan.