Dengan anggaran Rp 2 Miliar, kata Musdalim, sangat tidak masuk akal dengan pelayanan yang sangat buruk bagi 27 atlet disabilitas yang akan berangkat ke Papua.

Belakangan diketahui, dari 27 atlet tersebut, ada tujuh atlet dipulangkan dengan alasan tidak lolos seleksi. Padahal PEPARNAS Papua dimulai pada 2 Oktober 2021.

"Sebenarnya 27 atlet, tapi dipulangkan 7 atlet dengan alasan tidak jelas. Belum lagi, masa dikasih makan nasi kuning, satu telur dan dua tempe. Terus minumnya air galon dengan anggaran Rp 2 miliar. Ini kan tidak manusiawi. Itu mereka curhat ke saya," bebernya saat hearing di DPRD Sultra, Selasa (26/10/2021).

Selain itu, kata Musdalim, jika para atlet telah masuk dalam Treaning Center (TC) atau pusat pelatihan mereka seharusnya bukan lagi dalam proses seleksi, tapi sudah lolos sebagai atlet yang bakal bertanding ke Papua.

"Masa sudah latihan di TC masih dikeluarkan dengan alasan tidak lolos seleksi. Kan tidak masuk akal," ujarnya.