"Kalau bisa pergi duluan ke Papua, lobi panitianya supaya bisa masuk semua ini atlet," paparnya.
Senada dengan itu, anggota Komisi IV DPRD Sultra, Titin Nurbaya menyampaikan, agar semua atlet yang telah masuk dalam pusat pelatihan diharuskan mengikuti PEPARNAS Papua.
"Kan kasihan, padahal sudah ikut latihan semua itu atlet. Jadi harus bisa ikut berangkat semua," paparnya.
Sedangkan, Ketua NPC Sultra yang menaungi atlet disabilitas, Kafarudin menerangkan, kuota untuk atlet Sultra hanya 20 atlet saja, olehnya itu tujuh orang lainnya tidak bisa bertanding ke Papua.
Awalnya kata dia, ketujuh atlet dimaksud masuk dalam kategori cadangan bila mana calon utama mendapat kendala teknis.
