Uji klinis fase tiga menunjukkan ektivitas vaksin Sinopharm mencapai 79,34%.

Beijing Biological Products Institute Co, yang merupakan subsider dari perusahaan Sinopharm, menyatakan pada Rabu (30/12/2020) bahwa vaksin Sinopharm aman dan orang yang mendapat dua dosis bakal memproduksi antibodi dalam taraf tinggi.

Dalam keterangan kepada para wartawan pada Kamis (31/12/2020), Deputi Komisioner Lembaga Produk Medis Nasional, Chen Sifei, mengatakan pihaknya telah memberikan izin secara bersyarat pada vaksin Sinopharm.

Izin dalam kategori itu membantu obat darurat digunakan secara massal ketika uji klinis belum memenuhi standar, namun terindikasi berfungsi ampuh.

"Keuntungan yang diketahui dari vaksin baru virus corona Sinopharm lebih besar dari risiko yang diketahui dan yang berpotensi menjadi risiko," kata Chen sebagaimana dikutip kantor berita AFP.