Namun memasuki 2023, Kepala Kantor Bursa Efek Indonesia Perwakilan Sulawesi Tenggara, Ricky mengatakan, dilihat dari aspek pasar modal, kondisi bisnis di Indonesia saat ini masih dalam kondisi stagnan (tidak ada penurunan maupun peningkatan).
Kata Ricky, meski ada penurunan di akhir tahun 2022 kemarin, namun tingkatnya sangat kecil dan kembali stabil pada masa awal 2023. Menurutnya, kalaupun kondisi resesi benar terjadi, masa tersebut sebetulnya masa yang bagus untuk berinvestasi di pasar modal, karena harga saham yang sedang turun.
Sementara dilansir dari Google Finance, kondisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus menanjak dan mencapai puncaknya pada Jumat (20/1/2023) dengan angka 6.869, jumlah ini naik 3,49 persen sejak lima hari terakhir.
Senada, dalam aspek tenaga kerja, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Kendari, Muhammad Ali Aksa mengatakan, dampak resesi nampaknya tidak terlalu terasa di Sulawesi Tenggara, khususnya di Kota Kendari.
Baca Juga: Begini Gambaran Resesi Ekonomi 2023 Menurut Pengamat
