Baca Juga: Jalur Menuju Kawasan Puncak Bogor dari Arah Jakarta Kembali Dibuka

"Posisi matahari di utara Khatulistiwa ya artinya daerah bagian atas (utara) akan banyak menerima sinar radiasi matahari (panas)," sebut Wayan.

Lebih lanjut, Wayan mengungkap, kalau posisi Matahari seolah-olah berubah setiap tahun mengikuti rasi bintang jika dilihat dari Bumi.

Maka dari itu, fenomena tersebut dinamakan gerak semu tahunan Matahari.

"Padahal matahari sebagai pusat tata surya itu tidak bergerak, kita yang seolah-olah melihatnya bergerak atau berubah posisi. Setiap perubahan ini tentu akan membawa dampak badai meteorologi atau perubahan iklim," jelas dia.