Gejala kecemasan muncul karena berbohong mengaktifkan sistem limbik di otak, area yang sama yang memulai respons "lawan atau lari" yang dipicu selama stres lain.
Saat orang sedang jujur, area otak ini menunjukkan aktivitas minimal. Namun, saat berbohong, bagian ini akan menyala seperti pertunjukan kembang api. Otak yang jujur itu rileks, sedangkan yang tidak jujur akan menjadi panik.
Baca juga: Benarkah Film Horor Bisa Memengaruhi Kesehatan Mental?
Namun, pengaruh berbohong pada setiap orang berbeda. Hal ini karena pengaruh otak yang dimilikinya. Seseorang yang terbiasa berbohong biasanya kurang memiliki rasa empati sehingga saat ditanya ia akan menjawab seperti orang normal pada biasanya.
Lantas, bagaiaman efek jangka pendek dan jangka panjang dari berbohong?
