"Pertama kali menjual itu tidak banyak, masih beberapa pcs saja karena niat awalnya kan bagaimana karyawan Warkop 88 tetap ada penghasilan selama masa pandemi. Karena ada anjuran lockdown dan waktu itu orang tidak berani keluar rumah. Jadi kebutuhan sayur mayur, orang beli melaui online sama kita, lama kelamaan ternyata prospeknya bagus," tuturnya pada Telisik.id, Selasa (5/7/2022).
Baca Juga: Rehabilitasi Stadion Lakidende Dipastikan Sampai Lima Tahap, Ini Sebabnya
Berawal dari itulah ia kemudian mencoba mengembangkan sisa modal yang ia miliki dari usaha Warkop 88 miliknya senilai Rp 7 juta.
"Karena lockdown, warkop tutup. Tapi karyawanku saya tetap pertahankan sembari saya minta mereka pasarkan melaui online sambil kita pelajari apa-apa saja yang disukai sama konsumen khususnya di Kota Kendari yang sangat awam dengan dunia makanan beku atau frozen food," katanya.
Tak ada kendala khusus dalam menjalankan usaha ini. Ia banyak belajar dari beberapa kesalahan kecil, saran dan kritikan dari para konsumennya.
