“Ada yang dalam proses pengobatan, harus diakui, ada yang tidak patuh berobat, kemudian ada memang yang sudah diobati terus hilang kontak,” tambahnya.
Ia juga mengungkapkan, sebagai Kabid P2P Dinkes Sulawesi Tenggara, ia memantau perkembangan laporan terkait penderita HIV/AIDS yang meninggal dunia di rumah sakit.
Terpisah, Pendamping Orang Dengan HIV (ODHIV) dan Praktisi Sulawesi Tenggara, Samsu Appe mengatakan, ada sekitar empat penyebab mengapa penderita HIV/AIDS bisa sampai meninggal.
Pertama, tidak menerima statusnya, penderita sudah mengetahui, sudah lakukan tes, tapi karena merasa diri masih sehat, akhirnya denial. Kedua, karena sudah terkena AIDS, orang-orang tersebut, kurang tau atau kurang paham terkait penyakit HIV. Ketiga, soal akses, khususnya di daerah-daerah yang belum terpapar (pemeriksaan) atau ketidak pedulian mereka.
"Yang satu lagi, putus obat,” jelasnya saat mengungkapkan faktor penyebab kematian penderita HIV/AIDS ketika ditemui di RSUD Kota Kendari.
