Ia melanjutkan, pada kasus pemutusan obat, terkadang penderita merasa kondisi mereka sudah sehat, sehingga memutuskan pengobatan HIV/AIDS dalam jangka waktu lama, lalu tiba-tiba ada di UGD karena kondisi sudah tidak bagus.

Dari sinilah penderita merasa tidak sanggup dengan kondisinya. Hal ini disebabkan karena keberadaan HIV pada penderita  sudah menyebabkan AIDS.

Faktor inilah yang menurut pendamping ODHIV ini, sebagai penyebab utama kematian pasien HIV/AIDS di Sulawesi Tenggara.

Baca Juga: Lelaki Seks dengan Lelaki (LSL) jadi Populasi Penyebaran HIV Terbesar di Sulawesi Tenggara

Padahal menurutnya,  sejauh ini penanganan dan pengobatan yang disediakan oleh pemerintah sudah sangat baik, seperti program test and treat HIV/AIDS.