Selain BKD, pihak universitas juga dibutuhkan terkait kebutuhan Pendidikan Profesi Guru (PPG) di daerah sehingga BGP hadir untuk menjembatani dan mendiskusikan dengan pihak universitas terkait PPG di universitas.
"Kenapa terjadi ketimpangan karena proyeksinya tidak ada, di sinilah konsorsium hadir agar kita mengetahui kebutuhan untuk penggantinya. Misalnya formulasi PPG di daerah sudah diketahui sehingga perguruan tinggi akan membuka PPG sesuai dengan satuan pendidikan dan jenjang pendidikan guru yang kurang dapat diketahui," ujarnya.
Baca Juga: Kemendikbudristek Apresiasi Bunda PAUD Kolaka Timur atas Aksi Nyatanya
Ia berharap dengan adanya kegiatan ini persoalan pendidikan di Sulawesi Tenggara khususnya distribusi dan pengadaan guru, dapat diselesaikan maka dari itu perlu adanya kolaborasi dengan seluruh stakeholder.
Sementara itu Ketua Panitia Kegiatan, Surip Widodo, mengatakan bahwa tujuan dari kegiatan ini untuk mengkonsolidasikan kemitraan untuk pembentukan konsorsium pendidikan daerah dalam pemenuhan kebutuhan guru di Sulawesi Tenggara.
