KENDARI, TELISIK.ID - Kekurangan Guru profesional di Sulawesi Tenggara menjadi salah satu masalah pendidikan yang krusial. Untuk menyelesaikan masalah tersebut, Balai Guru Penggerak (BGP) Sulawesi Tenggara meluncurkan konsorsium, Senin (2/9/2024) malam.

Kepala BGP Sulawesi Tenggara, Awaluddin Keala, mengatakan, untuk mengatasi kesenjangan guru, pihaknya melibatkan perguruan tinggi, BKD, BKSDM, dan Dinas Pendidikan yang ada di 17 kabupaten/kota, membahas kekurangan guru sehingga dapat diatasi dengan pengadaan Pendidikan Profesi Guru (PPG).

Bukan hanya persoalan guru profesional, guru Sekolah Luar Biasa (SLB) juga menjadi masalah pendidikan yang perlu diperhatikan, sambung Awaluddin. Tidak tersedianya program studi bagi pendidikan guru luar biasa di perguruan tinggi yang ada di Sulawesi Tenggara, menjadi masalah bersama.

"Di Sulawesi Tenggara ini kekurangan guru luar biasa di SLB itu sebenarnya sudah lama, bukan kasus sekarang. Karena tidak ada perguruan tinggi di sini yang punya program studi pendidikan luar biasa," ujarnya.

Ia mengungkapkan dalam konsorsium tersebut pihaknya menghadirkan direktorat PPG agar seluruh aspirasi ditampung untuk dibawa ke pusat sehingga menjadi kebijakan pusat. Ia berharap konsorsium terus eksis sehingga persoalan guru di Sulawesi Tenggara dalam 5 tahun ke depan dapat teratasi.