KENDARI, TELISIK.ID - Setelah lama tak berfungsi, mesin Mobil Toyota type 2F tahun 1978 yang direkayasa menjadi mesin genset berbahan bakar gas metan, berhasil dibunyikan kembali oleh petugas Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kota Kendari.
Hal itu terjadi saat kunjungan Kementerian Dalam Negeri bersama perwakilan Bank Dunia terkait Program Peningkatan Penyediaan Layanan Lokal atau Local Service Delivery Improvement Project (LSDP) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Puuwatu, Senin (28/8/2023).
Untuk bisa menghasilkan listrik, mesin itu ditambah sebuah dinamo. Alhasil, sebuah mesin genset dengan kekuatan 25 Kva berhasil mereka buat, dan bisa melayani listrik warga di kampung mandiri energi. Bahkan saat itu, DLHK Kota Kendari berhasil menambah satu unit genset dengan merekayasa mesin mobil jenis Toyota Kijang tahun 1983. Mesin itu dipasangi dinamo dan bisa menghasilkan listrik 40 Kva.
Mesin yang sempat mengantarkan Kota Kendari meraih penghargaan Energi Prabawa dari Kementerian ESDM tahun 2015 ini, dulunya digunakan untuk mengalirkan listrik dari TPA Puuwatu ke 122 rumah warga pemulung dan petugas kebersihan di kawasan TPA yang belum teraliri listrik PLN.
Konsep yang dijalankan ini, ingin dikembalikan oleh Penjabat (Pj) Wali Kota Kendari Asmawa Tosepu. Untuk mengembalikan kenangan itu, saat ini Pemerintah Kota Kendari telah melakukan sejumlah hal, dimulai dengan menata kembali instalasi gas metan yang ada. Bahkan untuk tahap awal, DLHK akan menggunakan sumber listrik gas metan untuk menerangi kawasan TPA sehingga bisa membantu mereka saat bekerja di malam hari.
