Walau nantinya massa Ganjar-Mahfud tetap tidak bisa menggunakan bus, Adian pastikan pendukung akan datang dengan menggunakan kendaraan lain agar bisa tiba di GBK. Dia menyebut kampanye akbar ini sebagai ‘hajatan rakyat’.
“Mau sesulit apa pun jalan itu akan kami tempuh. Dalam istilah pergerakan dulu, kalau tak ada rotan, akar pun jadi. Kalau tak ada peluru, pakailah batu. Kalau tak ada batu, pakailah kayu, kalau tak ada kayu, pakailah tinju. Segala pilihan cara akan kami lakukan, sampai yang terberat sekalipun,” tegas Adian yang juga anggota DPR RI Fraksi PDIP.
Kampanye akbar atau kampanye terbuka akan berakhir pada 10 Februari 2024. Setelah itu, 11-13 Februari 2024 sebagai masa tenang, seluruh kontestan pemilu tidak dibolehkan lagi berkampanye hingga pada hari pemungutan suara, 14 Februari 2024. (A)
Reporter: Mustaqim
Editor: Haerani Hambali
