"Meskipun masih ada hasil perkebunan unggulan yang lain, tapi tiga bulan terakhir ini, saya fokus mencari pasar kacang mede di luar negeri," ucapnya.

Steven mengatakan, pasar kacang mede di luar negeri sangat bagus, banyak permintaan kacang mede dari India dan Vietnam. Apalagi saat ini buyer asal India sudah ada di Kendari dan siap membeli hasil perkebunan kacang mete Sultra.

Kata Steven, untuk satu kontainer kacang mete, dirinya melibatkan banyak petani, dan mendapat dukungan lenuh dari Pemda. Pasalnya, kata dia, Pemda di Sultra terus mendorong lahirnya pada generasi muda, anak-anak milenial untuk lebih memperhatikan sektor pertanian, terutama komoditas perkebunan.

"Saya targetkan, di tahun 2022, saya bisa tembus pasar China, dengan mengeskpor 50 kontiner dalam setahun," ungkapnya.

Steven berharap, ekspor di akhir tahun 2021 mampu memberi semangat bagi anak muda di Sultra. Juga menjadi contoh yang baik, sehingga anak muda di Sultra bisa membuktikan bahwa mereka pun mampu menembus pasar Internasional.