"Informasi tentang kondisi cuaca terupdate harus terus dipantau. Apalagi untuk daerah khususnya di daerah kepulauan seperti di Kabupaten Wakatobi gelombang bisa mencapai dua setengah meter," paparnya.

Katanya, potensi kekeringan ekstrim bisa terjadi di sebagian wilayah Sultra, seperti di Bombana dan kebakaran di Kolaka yang ditandai oleh tingginya suhu yang melanda dua kabupaten tersebut.

Lebih lanjut katanya, fenomena "kemarau basah" yang melanda Kota Kendari akhir-akhir ini disebabkan oleh kelembaban udara yang mencapai 70-90 derajat Celcius.

"Itu sehingga mengakibatkan pesisir timur Kota Kendari masih diguyur hujan," pungkasnya.

Reporter: Iradat Kurniawan