"Setiap instansi memiliki peran masing-masing demi kelancaran operasi ini, mulai dari perencanaan teknis, penyediaan bahan, hingga pelaksanaan penerbangan," kata Faizal.

Kerja sama ini diharapkan dapat memaksimalkan hasil penyemaian awan agar hujan dapat segera turun di wilayah yang membutuhkan.

"Untuk mendukung seluruh rangkaian kegiatan ini, saat ini telah tersedia stok NaCl sebanyak 12 ton yang disiapkan dan ditampung di Pangkalan Udara Haluoleo. Jumlah tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan bahan semai selama periode pelaksanaan OMC berlangsung hingga tanggal 8 November mendatang," terang Faizal.

Dalam setiap kali penerbangan operasi, tim OMC menggunakan pesawat milik TNI Angkatan Udara berjenis CN-295. Pesawat ini dinilai cukup andal dan memiliki kemampuan membawa muatan bahan semai hingga 2 ton untuk setiap satu kali penerbangan penyemaian awan.

Pelaksanaan operasi ini diharapkan hujan dapat segera turun secara merata di wilayah Sultra. Sehingga potensi karhutla dapat ditekan seminimal mungkin dan kualitas udara di lingkungan masyarakat pun kembali membaik. (C)