Adakah mereka ingin membangun bangsa? Lihat saja, pergaulan liberal remaja milenial akibat virus sekularisme. Rawan maksiat, minim rasa taat. Cenderung memikirkan eksistensi diri daripada urusan umat.
Baca juga: Jembatan Teluk Kendari: Asa Baru yang Instagramable
Hal ini tidak lepas dari beberapa faktor. Pertama, pada faktanya, secara fisik dan psikologis, pemuda berada dalam masa transisi. Di tengah-tengah posisi yang tidak menentu dan dalam keadaan emosi yang tidak stabil akibat perubahan fisik dan kelenjar dalam tubuh.
Identitas diri pemuda juga sangatlah penting untuk mendapatkan pengakuan akan keberadaan (eksistensi). Sehingga, salah-benar jalur eksistensi itu tidak menjadi masalah bagi pemuda.
Kedua, gaya hidup liberal yang bebas dari tuntunan agama. Sebab, salah satu pandangan yang diagung-agungkan dalam sistem ini di antaranya adalah kebebasan bertingkah laku.
