Dengan konstelasi berpikir seperti ini, seseorang bebas melakukan sesuatu dengan dalih hak asasi manusia. Akibatnya, banyak yang terjerumus dalam pergaulan bebas.
Ketiga, kurangnya kontroling keluarga, masyarakat, dan negara dalam membina pemuda saat ini. Sederet potret buram remaja, mulai dari seks bebas, narkoba, eljibiti, pornografi dan pornoaksi, dll, menjadi bukti kegagalan sistem yang diterapkan saat ini.
Ya, tumbuh kembang pelajar tidak disokong dengan suasana belajar yang kondusif. Sekularisasi dalam sistem pendidikan telah menyita sebagian besar waktu dan tenaga siswa untuk mengabaikan aspek pembentukan kepribadian yang kuat.
Sekolah sebagai institusi pendidikan, alih-alih mencetak pemuda berkualitas, justru menghasilkan pemuda yang menciptakan banyak masalah. Tersebab, pemisahan agama dari kehidupan yang menjadi nafas sistem pendidikan sekuler hari ini.
Keempat, kurang efektifnya efek jera yang dihasilkan dari suatu sanksi pergaulan bebas pemuda. Ini terlihat dari perlakuan hukum kepada para pelaku yang hanya diberi bimbingan semata.
