KENDARI, TELISIK.ID - Sungai yang tak terduga ditemukan di bawah lapisan es Antartika. Memengaruhi aliran dan pencairan es, yang berpotensi mempercepat hilangnya es saat iklim menghangat.
Dikutip dari Livescience.com, sungai di bawah es ini ditemukan menggunakan radar penembus es yang dipasang di pesawat. Dalam serangkaian survei udara, para peneliti menemukan sistem sungai yang meliuk-liuk 285 mil (460 kilometer) dan mengalir ke Laut Weddell.
Melansir Nationalgeographicindonesia.id, sungai itu memiliki panjang sekitar 460 kilometer terungkap dalam sebuah studi baru. Penemuan ini dibuat oleh para peneliti di Imperial College London, Universitas Waterloo, Kanada, Universiti Malaysia Terengganu, dan Universitas Newcastle, dengan rincian yang dipublikasikan di jurnal Nature Geoscience pada 27 Oktober 2022 lalu.
Ia merinci bagaimana mengumpulkan air di dasar lapisan es Antartika dari area seukuran hampir separuh luas Indonesia. Penemuannya menunjukkan dasar lapisan es memiliki aliran air yang lebih aktif daripada yang diperkirakan sebelumnya, yang dapat membuatnya lebih rentan terhadap perubahan iklim.
Mengutip Sindonews.com, studi ini, tim menggunakan pemodelan dan data geofisika dari survei radar udara untuk mengukur ukuran dan dinamika sungai kolosal ini. Terungkap salah satu cara di mana air dapat muncul di bawah lapisan es adalah dari air di permukaan yang mencair dan mengalir ke bawah melalui celah-celah yang dalam.
