Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes atas kebijakan FIFA yang tak memberikan izin kepada beberapa negara Eropa, termasuk Jerman untuk mengenakan ban kapten LGBT.

Sementara itu, aksi suporter di Stadion Al Bayt juga merujuk kepada perlakuan Jerman terhadap Ozil. Ozil mundur dari timnas setelah menjadi sasaran pelecehan rasialisme dan dijadikan kambing hitam kala Jerman tersingkir dari Piala Dunia 2018.

Baca Juga: Takraw Putri Muna Barat Tekuk Konawe Selatan dengan Skor 2-0

Ozil merupakan pemain kelahiran Jerman yang memiliki darah Turki. Pada saat itu, ia menuduh federasi, penggemar, dan media melakukan rasialisme terhadap orang-orang yang memiliki hubungan darah dengan Turki.

“Saya orang Jerman ketika kami menang, tetapi saya adalah imigran ketika kami kalah,” kata Ozil saat itu dikutip dari AP.