Tidak hanya itu, mereka jugalah yang melakukan ria, baik dalam salatnya maupun semua yang dilakukan. Dia beramal tanpa rasa ikhlas, diterima demi mendapat pujian dan penilaian baik dari orang lain.

Dan di samping itu, mereka juga enggan memberikan bantuan kepada sesama, bahkan untuk meminta bantuan barang sehari-hari yang sepele. Hal ini menjadi buruk bagi orang lain. Dengan begitu, lengkaplah keburukan mereka. Selain tidak beridabah kepada Tuhan dengan sempurna, mereka pun tidak membawa komitmen kepada manusia.

Tafsir Kemenag

Dalam ayat-ayat ini, Allah mengungkapkan satu tantangan yaitu, celakalah orang-orang yang mengerjakan salat dengan tubuh dan lidahnya, tidak sampai ke pemulihan. Dia lalai dan tidak menyadari apa yang diucapkan lidahnya dan yang dikerjakan oleh anggotanya. Ia rukuk dan sujud dalam situasi lalai, ia menentang takbir tetapi tidak mengerti apa yang diucapkannya.

Semua itu hanya gerak biasa dan kata-kata hafalan hanya-mata yang tidak bisa apa-apa, tidak ubahnya seperti robot.