Namun, Natsir belum berani memproses surat pergantian itu, karena saat Saemuna mendisposisi, ada catatan penting di dalamnya. Dimana, kata Natsir, isi catatanya terkait langkah Saemuna yang masih berkoordinasi dengan Mahkamah Partai Hanura.

"Bukan kita tidak mau proses, tetapi ini persoalan etika. Apalagi, saat suratnya didisposisi, ada catatannya," tandas Ketua DPD II Golkar Muna itu. (A)

Reporter: Sunaryo

Editor: Haerani Hambali