Di balik perjalanannya, saat pertama kali menginjakkan kaki di Kota Kendari, ia begitu kaget pada saat. Perbedaan bahasa, budaya maupun masyarakat membuatnya harus beradaptasi dengan cepat.

"Saat pertama kali ditugaskan di sini, saya sempat menolak karena melihat situasi Kendari yang dulu itu masih banyak hutan, jalanan masih banyak yang sepi, angkutan umum hanya satu, tidak menggambarkan nuansa kota lah intinya. Kaget saya awalnya, karena ekspetasi saya ibu kota itu besar, bagus, banyak gedung-gedung tinggi, transportasi umum banyak, kayak di Yogyakarta dulu. Sempat saya pulang lagi ke Yogyakarta, tapi tahun 2006 saya memutuskan untuk kembali ke sultra dan meniti karir saya di sini," ungkapnya.

Baca Juga: Andi Muhammad Saenuddin: Dari Lapangan Pramuka dan Kader Pemuda Ansor hingga Pimpin Komisi Strategis DPRD Sultra

Selain di dunia pekerjaan, ia juga banyak berkontribusi di kegiatan-kegiatan pelatihan, menjadi Fasilitator Program Sekolah Penggerak, Narasumber Nasional Pembelajaran Mendalam, Narasumber Nasional Coding dan Kecerdasan Artificial, Narasumber Pelatihan Seleksi Bakal Calon Kepala Sekolah.

Ia juga berpesan kepada seluruh anak muda yang sedang berproses bahwa, pendidikan itu penting untuk menata masa depan, manfaatkan teknologi sekarang untuk mencari referensi ilmu.