"Naiknya pamor Partai Demokrat di survei tidak lepas dari ramainya pemberitaan terkait dinamika internal Partai Demokrat, khususnya isu Kongres Luar Biasa yang meramaikan perbincangan di publik," kata peneliti ARSC, Bagus Balghi dalam paparan yang dilakukan secara online, Sabtu (22/5/2021)
Menanggapi hal itu, Kabalitbang DPP Partai Demokrat, Tomi Satryatomo mengatakan, hasil itu konsisten dengan tiga survei sebelumnya oleh Indikator Politik, Balitbang Kompas dan LP3ES.
"Secara obyektif ini menunjukkan PD di bawah kepemimpinan Ketum AHY yang baru setahun, berhasil melakukan konsolidasi internal sekaligus mulai mengambil hati dan pikiran publik. Prahara gerakan pengambilalihan kepemimpinan PD (GPK-PD) yang dilakukan KSP Moeldoko dan gerombolannya, berhasil diatasi dengan clear victory baik secara politik dan hukum, sekaligus mendulang keuntungan elektoral," urainya.
Sementara itu, Pengamat Politik dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun mengamini kesimpulan survei PKB-ARSC bahwa publik mengharapkan regenerasi kepemimpinan partai politik.
Kata Ubedilah, naiknya elektabilitas AHY dan PD juga bisa dipahami dari perspektif tersebut. Dari delapan partai yang ada di Senayan, AHY adalah Ketum termuda.
