Kondisi ini menunjukkan bahwa para calon bupati masih memiliki peluang besar untuk menarik dukungan dari segmen pemilih yang belum menentukan pilihan tersebut.

Selain itu, survei juga menunjukkan bahwa sekitar 30 persen dari pemilih yang sudah memilih calon bupati dalam simulasi semi terbuka menyatakan bahwa masih ada kemungkinan besar untuk mengubah pilihan mereka sebelum hari pemungutan suara.

“Hal ini menandakan bahwa preferensi pemilih masih bisa bergeser, tergantung pada perkembangan kampanye dan faktor-faktor lain yang mungkin memengaruhi opini publik,” kata SMRC dalam rilisnya.

Menurut hasil survei, La Ode M. Rajiun Tumada saat ini memimpin dengan dukungan spontan sebesar 28,8 persen, diikuti oleh Bachrun Labuta yang memperoleh 6,3 persen. Sementara itu, calon-calon lainnya masih berada di bawah 5 persen dalam hal dukungan spontan.

Hasil survei dari SMRC menyimpulkan bahwa angka-angka ini menunjukkan persaingan dalam Pilkada 2024 di Kabupaten Muna masih sangat terbuka.