“Upaya membawa negara dan aparaturnya pada kepentingan praktis macam itu telah melahirkan social distrust, ketidakpercayaan sosial, ketidakpercayaan rakyat pada negara,” tandasnya.
Paloh merasakan negara sedang mengalami penurunan derajat kewibawaan. Dia menyebut indikasi ini bisa dilihat dari rakyat yang merasa cukup dapat memerintah dirinya sendiri saat ini.
“Kita berada di ujung tanduk kerusakan yang paling mencemaskan sepanjang kehidupan berbangsa dan bernegara. Kita berharap semua pemimpin nasional dan rakyat tidak kehilangan kontrol, lost of control,” harapnya.
Belum diketahui secara pasti, apakah pernyataan Paloh tersebut sekaligus menyentil pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) maupun putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka, yang mudah melenggang sebagai bacawapres bagi Prabowo Subianto.
Gibran terbuka jalan untuk berkontestasi di Pilpres 2024 setelah Mahkamah Konstitusi (MK) yang diketuai pamannya saat itu, Anwar Usman, memutuskan batas usia capres-cawapres minimal 40 tahun atau pernah maupun sedang menjabat sebagai kepala daerah melalui hasil pemilu. Gibran saat ini berusia 36 tahun dan masih menjabat sebagai Wali Kota Solo.
