Baca Juga: 4 Siswa SD di China Ciptakan Robot Humanoid Terkecil di Dunia, Lebih Pendek dari Pulpen
Sistem ini mencakup filter yang mengatur bau, ventilasi pembuangan, dan blower pembuangan untuk mengendalikan suhu tinggi. Seluruh proses memerlukan listrik, sehingga toilet tidak akan berfungsi saat listrik padam.
Toilet pembakaran bertenaga gas lebih kompleks, memerlukan sumber gas alam atau propana, dan memerlukan pemeriksaan rutin untuk mematuhi semua protokol kesehatan dan keselamatan. Apalagi tidak terlihat seperti toilet tradisional karena tidak memiliki mangkuk.
Limbah dibuang ke ruang bakar melalui sistem yang mengingatkan pada toilet portabel. Saat siklus insinerasi dimulai, bukaan ruang pembakaran akan tertutup rapat, dan prosesnya dapat berlangsung hingga 3-4 jam.
Proses pembakaran ini diklaim dapat menghemat 6 ton air per tahun juga tidak ada masalah kloset tersumbat dan abunya bisa digunakan untuk pupuk alami. (C)
