Kelompok hak asasi anak Bris mengatakan bahwa mereka melihat adanya peningkatan nyata dalam panggilan hotline bantuan dari anak-anak yang khawatir akan kemungkinan perang yang akan datang.

“Banyak anak sudah memiliki tingkat kecemasan yang diperburuk oleh berita ini,” kata Magnus Jagerskog, sekretaris jenderal di Bris, dikutip dari Viva.co.id.

Dia menambahkan bahwa pandemi COVID-19, perang di Ukraina, dan yang terbaru di Gaza sudah membuat takut anak-anak.

Beberapa toko juga melaporkan peningkatan tajam pembelian barang-barang, seperti radio darurat, jerigen, dan kompor kemah, yang mengakibatkan rak-rak di beberapa toko kosong. (C)

Penulis: Nur Khumairah Sholeha Hasan