Baca juga: Mengejar Keutamaan Amalan Salat Dhuha

"Terasalah kekecilan diri ini berhadapan dengan luas dan dalamnya lautan jelajah yang hendak dilayari," ungkapnya kepada wartawan Telisik.id yang pernah sekantor dengannya di Suara Muhammadiyah.

Maka tak berlebihan, jika begitu banyak orang yang terpukau dan takzin pada sosok Buya Stafii sebagai ilmuwan yang selalu menempatkan kekuatan religi dalam setiap pergulatan dengan ilmunya.

Ia sejarawan dan ahli filsafat, tetapi di tengah masyarakat kehadirannya selaku anak bangsa lebih dikenal sebagai seorang agamawan.

Syafii mengakui, ilmu dan pengetahuan sejarah telah demikian memikat minatnya. "Karena sejarah berbicara tentang simpul-simpul kemanusiaan secara totalitas," tandasnya.