Dan hal ini semestinya yang utama harus dipikirkan dan di perjuangkan oleh para kepala desa, bagaimana dapat menyelaraskan antara peningkatan dana desa yang diberikan pemerintah pusat dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa yang salah satu indikatornya adalah terjadi pengurangan tingkat kemiskinan di desa.
Untuk itu program yang dibuat haruslah program yang mampu membebaskan masyarakat desa dari himpitan dan cengkraman kemiskinan. Dan ini yang seharusnya menjadi fokus perhatian utama dari para kepala desa.
Sehingga yang diperlukan adalah kualitas waktu bukan kuantitas waktu, bagaimana saat menjadi pimpinan di desa mampu memberikan manfaat pada masyarakat desanya.
Jika ini tidak terpikirkan apalagi tidak mampu dilakukan, maka kita dapat mengatakan bahwa para kepala desa hanya lebih tertarik mengedepankan syahwat berkuasa daripada semangat menyejahterakan rakyat di desanya.
Dan perlu kita mengingatkan kembali apa yang pernah dikatakan oleh Lord Acton (1833-1902), bahwa power tends to corrupt. Absolute power corrupts absolutely. (*)
