Perkembangan seni lukis kaligrafi selanjutnya dipertegas dengan pameran-pameran berskala nasional dan Festival Istiqlal yang sangat signifikan. Sejak masa itulah, Syaiful Adnan muncul sebagai pelukis kaligrafi yang sangat potensial.
Dalam karya ini, terkandung makna sesuai dengan surat Al-Hujaraat ayat 15 yang menjadi pokok lukisan. Orang-orang mukmin adalah mereka yang beriman pada Allah SWT dan Rasul-Nya, kemudian tiada ragu-ragu berjuang di jalan Allah dengan harta dan diri mereka. Perjuangan itu, misalnya dengan mendirikan masjid atau usaha penyebaran dakwah Islam.
Ketua Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LSBO) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Drs Syukriyanto AR, M.Hum, ketika menyoal Rumah Kaligrafi Syaiful Adnan di Jalan Ngasem, Kraton, Yogyakarta, mengatakan, tempat ini merupakan bentuk apresiasi seniman kaligrafi yang tidak mau menyerah dan tetap berkarya. "Meski dalam kondisi pandemi COVID-19," kata Sukriyanto.
"Apalagi yang dilakukan Syaiful Adnan merupakan kegiatan kultural relijius, yaitu merefleksikan semangat keagamaan dalam bentuk karya kaligrafi,” kata Syukriyanto.
Kini, di Rumah Kaligrafi Syaiful Adnan terpajang karya kaligrafii pilihan dua dimensi karya Syaiful Adnan dan kaligrafi tiga dimensi karya Risful. "Karya kaligrafi ini membangun suasana teduh dan damai," ungkap Syaiful Adnan.
