Menurut Zeneiye, kesalahan cetak tersebut bisa dikata kesalahan fatal, mengingat setiap lagu terlebih adalah lagu kebangsaan memiliki histori yang tentu perwujudan pendidikan karakter terhadap anak.
“Jika ada kesalahan tersebut, maka harus ada pertanggungjawaban publik dari kementerian pendidikan dan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) harus bertanggung jawab,” jelasnya.
Tak hanya itu, lanjut Zeneiye, pihaknya minta segera buku tersebut ditarik dari peredaran.
"Buku ini tentunya sudah beredar se-Indonesia. Harus ditarik dari peredaran karena ada kesalahan dalam mencetak syair lagu nasional. Mendiknas tak hanya harus minta maaf, juga harus menariknya dari peredaran,” tutupnya. (B)
Reporter: Try Wahyudi Ari Setyawan
