JAKARTA,TELISIK.ID - Konsep penerimaan siswa di Sekolah Unggulan Garuda menghadirkan pendekatan baru yang terbalik dari sistem lama.

Jika sebelumnya kemampuan ekonomi tinggi menjadi kunci masuk sekolah unggulan, kini justru siswa dari keluarga miskin dinyatakan paling berpeluang diterima. Bahkan, 80 persen dari total murid dijamin mendapat beasiswa penuh.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie, menegaskan bahwa Sekolah Unggulan Garuda berbeda sepenuhnya dengan program Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) yang telah dihapus Mahkamah Konstitusi pada tahun 2013.

Ia menegaskan bahwa sekolah ini dibentuk berdasarkan prinsip inklusivitas dan pemerataan akses pendidikan di seluruh Indonesia.

“80 persen dari muridnya akan diberikan beasiswa. Asas penerimaannya berdasarkan asas ekonomi di mana semakin miskin semakin mungkin diterima. Terbalik sekali, berbeda sekali dengan RSBI,” ujar Stella dalam media briefing di Kantor Kemendiktisaintek, Senayan, Jakarta Pusat, seperti dikutip dari Kompas, Senin (19/5/2025).