Pemerintah berkomitmen menjadikan Sekolah Unggulan Garuda sebagai wadah pendidikan yang terbuka bagi semua. Termasuk dalam hal ini adalah siswa penyandang disabilitas. Stella menegaskan bahwa tidak akan ada kuota khusus karena semua siswa mendapat akses dan perlakuan yang sama.

“Jadi tidak ada perbedaan, tapi memang ada pemikiran bahwa itu harus bisa sangat inklusif. Apakah akan ada kuota khusus (untuk disabilitas) begitu? Tidak, tidak akan ada kuota khusus. Karena ini diberikan akses penyeimbang untuk semuanya,” jelas Stella lebih lanjut.

Wakil Menteri tersebut juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan kunjungan langsung ke berbagai lokasi calon Sekolah Unggulan Garuda di Indonesia. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan pembangunan dan transformasi sekolah-sekolah yang ditunjuk.

Salah satu lokasi yang telah dikunjungi adalah Kota Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Wilayah ini dipilih langsung oleh Presiden Prabowo Subianto karena dinilai sangat membutuhkan akses pendidikan berkualitas.

Baca Juga: Seleksi Beasiswa SDM Sawit 2025 Resmi Dibuka untuk Ribuan Calon Mahasiswa, Ini Syarat yang Dibutuhkan